alumni1pleret

web forum alumni smpn 1 pleret
 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Lewat Tembang Macapat ; Mengenang Sejarah Kraton Pleret

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 6
Registration date : 06.09.08

PostSubyek: Lewat Tembang Macapat ; Mengenang Sejarah Kraton Pleret   Mon Sep 08, 2008 11:37 am

MUNGKIN banyak orang yang tidak tahu jika di wilayah Pleret pernah berdiri sebuah kerajaan. Sampai sekarang bekas peninggalan kerajaan tersebut masih ada meski kondisinya sudah rusak, seperti pohon beringin, umpak dan sumur gumuling. Selain itu nama-nama dusun di Pleret menunjukkan nama di lingkungan kraton, seperti Keputren, Demangan dan Pungkuran. Hal ini makin memperkuat identitas Pleret sebagai sebuah kota pusat pemerintahan Mataram di bawah Raja Mataram Islam.
Untuk mengingatkan kembali generasi muda atas kejayaan Kraton Pleret, salah satu sesepuh warga Ki Kridho Lumahing Asta membawakan sebuah tembang macapat berisi sejarah Kraton Pleret.
Tembang Dhandhanggula ini dilantunkannya tepat pada malam pergantian tahun 2007. Ia sengaja memilih momentum itu karena ingin menanamkan jiwa patriotik pada generasi muda agar tahun-tahun mendatang mereka tidak kehilangan jati dirinya.
”Mengenang sejarah Kraton Pleret sekaligus bentuk penghormatan. Banyak warga terutama generasi muda yang tidak mengetahui kalau Pleret pernah menjadi pusat pemerintahan. Karena itu lewat Dhandhanggula ini saya ingin mengingatkan kembali,” jelasnya.
Dikisahkannya, Pleret di bawah Kanjeng Susuhunan Prabu Amangkurat Agung atau Amangkurat I yang dimakamkan di Tegalarum saat perang pemberontakan Trunojoyo. Amangkurat I adalah putra Sultan Agung ke 10 dari istri Padmi (permaisuri) Kanjeng Ratu Kencono berasal dari Kadipaten Batang. Beliau naik tahta tahun 1965 sampai 1677 M.
Di bawah pemerintahan Amangkurat I Kraton Pleret berkembang pesat baik dalam pemerintahan, kenegaraan maupun kemiliteran. Pertahanan Pleret sangat kuat bahkan daya tempurnya tinggi. Tercatat pasukan itu pernah bersama-sama dengan orang Sunda di Karawang Jawa Barat untuk persediaan bahan makanan prajurit saat menyerang Batavia.
Untuk melatih prajurit laut raja membuat kolam telaga yang lebar dan luas dikenal nama Segarayasa. Air diambil dari Kali Gajahwong ditempur dengan Kali Opak di desa Wonokromo.
”Sekarang tempat ini menjadi perkampungan yang dikenal dengan Segoroyoso,” ujar Ki Kridho.
Sampai dengan sekarang kondisi Kraton Pleret rusak dan tidak pantas lagi ditempati seorang Raja Muda. Kemudian kraton dipindahkan ke Kartasura dan Kedhaton Pleret tinggal menyisakan petilasan berupa umpak, lantai dan sumur gumuling. Hal ini makin diperparah saat terjadi musibah gempa bumi 27 Mei 2006, kecamatan Pleret menjadi salah satu daerah yang kerusakannya terparah di Kabupaten Bantul.



Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://alumni1pleret.forumotion.net
 
Lewat Tembang Macapat ; Mengenang Sejarah Kraton Pleret
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
alumni1pleret :: seputar pleret :: sejarah pleret-
Navigasi: